Bisnis

Indosat Investasi di Layanan Digital Sebesar 9 Trilyun

Indosat Investasi di Layanan Digital Sebesar 9 Trilyun

JAKARTA – Operator telekomunikasi PT Indosat Ooredoo Tbk serius untuk menjalankan transformasi digital, antara lain pada pengembangan layanan digitalnya (digital service). Perseroan pun akan mengalokasikan dana Rp 9 triliun, atau 30% dari total belanja modal (capital expenditure/capex) Rp 30 triliun yang disiapkan untuk tiga tahun ke depan (2019-2021) guna mendukung rencana tersebut. Direktur Indosat Ooredoo Arief Musta’in mengatakan, transformasi digital yang akan dijalankan oleh Indosat tidak hanya terjadi secara internal perusahaan, tetapi secara serius menggarap proses transformasi digital untuk para pelanggan (customer) korporasi/publik. Salah satu langkah yang dilakukan dengan mengembangkan digital services. “Kami mendapat porsi yang besar untuk membangun digital service yaitu sekitar 30% dari capex. Sedangkan untuk kontribusi dari segmen digital services kita harapkan double digit. Jadi, ini memang tantangan.

Baca Juga : Daftar Harga Genset Perkins

Ini akan menjadi salah satu strategi baru dari Indosat. Andalan kita bukan hanya conectivity, tetapi solusi-solusi digital yang mentransformasi pada klienklien kami,” ujar Arief di Jakarta, Rabu (14/11). Berbicara tentang digital services, menurut Arif, yang menjadi andalan dari perseoran adalah aset korporasi yang dimiliki. Beberapa di antaranya infrastruktur digital, konektivitas, komputasi awan (cloud), serta tiga poin besar yang menjadi perhatian perseroan, yaitu digital payment, internet of things (IoT), serta big data. “Kami terlibat langsung dalam proses-proses transformasi. Jadi, kami tidak hanya sebagai penjual, tetapi kita involve di dalamnya. Oleh karena itu, kami juga harus menyiapkan diri. Capability-nya, pengalamannya, untuk bisa terlibat lebih jauh dalam melakukan transformasi kepada klien-klien kami,” tambahnya. Dia menjelaskan, langkah yang dilakukan oleh perseroan untuk melakukan transformasi digital tidak terlepas dari perkembangan era digital saat ini, yaitu telah terjadi disrupsi teknologi hampir di semua lini dan sektor.

Untuk tetap bertahan dan bisnisnya berkelanjutan, Indosat pun harus turut serta dan aktif menjalankan transformasi digital. “Indosat tidak hanya sebagai provider, tetapi masuk dalam proses transformasi yang sedang dilakukan oleh setiap perusahaan. Indosat telah menjadi trusted digital partner bagi para klien,” jelas Arif. Lebih jauh, dia mengungkapkan, ekonomi digital yang sedang digaungkan oleh pemerintah saat ini tidak terlepas dari peran bisnis perusahaan (enterprise) yang menjadi salah satu pilarnya. Keterlibatan Indosat Ooredoo dalam partisipasi tarnsformasi digital akan dibuktikan dengan turut serta menjadi mitra bagi perusahaanperusahaan publik, swasta, maupun sektor pemerintahan. Kami menjadi perusahaan telekomunikasi yang menyediakan jasa infrastructure communication and telecommunication (ICT) terlengkap di Indonesia,” pungkas Arif. 4.300 BTS Seiring dengan itu, pada Senin (12/11), Group Head Corporate Communications Indosat Ooredoo Turina Farouk juga telah menyampaikan, Indosat akan menambah 4.300 base tranceiver station (BTS) baru pada 2019. Dari jumlah tersebut, sebanyak 90% merupakan BTS berteknologi seluler generasi keempat (4G). Penganggaran juga akan diambilkan dari rencana belanja modal sekitar Rp 30 triliun dalam kurun waktu tiga tahun ke depan. “Rancangan anggaran untuk penambahan BTS sudah kami siapkan. Nanti, kami akan keluarkan info itu di moving forward 2019 di awal Desember tahun ini,” kata Turina di Jakarta, Senin, (12/11). Sementara itu, berdasarkan data kuartal III-2018, total BTS Indosat Ooredoo terbangun sebanyak 64.375 unit yang terdiri atas 24.294 unit BTS 2G, 31.062 unit BTS 3G, dan 9.019 unit BTS 4G. Pada semester I-2018, perseroan memiliki 75,3 juta pelanggan dan mencatatkan peningkatan traffic data sebesar 79,1% dibandingkan periode yang sama tahun 2017.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *