Uncategorized

Tata Cara Yang Benar Pada Saat Memandikan Jenazah

Pada hakikatnya tidak ada yang abadi di dunia ini, semua makhlun ciptaan Allah Swt. dapat mengalami kematian. Begitu bagi manusia yang ada di bumi, baik tua, muda, miskin, kaya, besar maupun kecil tidak dapat ada satu pun masnusia yang luput berasal dari kematian, jika sebenarnya telah waktunya mati. Kematian seseorang cocok dengan kemauan Allah Swt. Tak dapat ada manusia yang mampu menghindarinya. Kematian tidak mampu ditunda waktunya jika Allah Swt. telah mengendakinya maka dapat terjadi.

Sesuai di dalam Q.S Ali Imran, 3:185 yang artinya, “Tiap tiap yang berjiwa dapat merasakan mati” Sesungguhnya pada haria kiamat sajalah ditambah pahalamu. Barang siapa dijauhkan berasal dari neraka dan dimasukkan ke surga, makas sungguh ia telah beruntung. Kehidupan dunia itu tidak laian cuman kesenangan yang memperdayakan. Dan pastinya anda membutuhkan tempat untuk memandikan sang mayit maka anda bisa segera kunjungi http://pemandianjenazah.net

Memandikan mayat hukumnya adalah fardu kifayah atas muslim lain yang masih hidup. Artinya, seumpama di pada mereka ada yang mengerjakanya, kewajiban itu telah terbayar dan gugur bagi muslimin selebihnya karena perintah memandikan mayat itu adalah kepada umumnya kaum muslim. Namun bagi muslim yang mati syahid tidaklah dimandikan biarpun ia di dalam suasana junub sekalipun, tetapi ia cuma dikafani dengan pakaian yang baik untuk kain kafan, ditambah jika tidak cukup atau dikurangi jika berlebih berasal dari tuntunan sunah, lantas dimakamkan dengan darahnya tanpa dibasuh sedikit pun. Beliau menyuruh supaya para syuhada berasal dari Perang Uhud dikuburkan dengan darah mereka tanpa dimandikan dan disembahyangkan.

Syarat Wajib jenazah yang harus dimandikan adalah sebagai berikut:
a. Mayat orang islam.
b. Ada tubuhnya, biarpun sedikt yang mampu dimandikan.
c. Mayat itu bukan mati syahid.
d. Buka bayi yang keguguran dan jika lahir di dalam suasana telah meninggal tidak dimandikan

Syarat bagi orang yang memandikan jenazah pada lain sebagai berikut:
a. Muslim, berakal, balig.
b. Berniat memandikan jenazah.
c. Jujur dan saleh.
d. Terpercaya, amanah, menyadari hukum memandikan mayat dan mampu menutupi aib si mayat.

Adapun orang yang punya hak untuk memandikan jenazah di dalam islam pada lain sebagai berikut:
a. Orang yang utama memandikan dan menghafani jenazah mayat laki-laki adalah orang yang diwasiatkanya, sesudah itu bapak, kakek, keluarga terdekat, muhrimnya, dan istrinya.
b. Orang utama yang memandikan mayat perempuan adalah ibunya, neneknya, keluarga terdekat berasal dari pihak wanita serta suaminya.
Advertisement
c. Untuk mayat anak laki-laki boleh perempuan yang memandikannya dan sebaliknya untuk mayat anak perempuan boleh laki-laki yang memandikanya.
d. Jika seorang perempuan meninggal, sedang yang masih hidup seutuhnya cuma laki-laki dan dia tidak mempunyai suami, atau sebaliknya seorang laki-laki meninggal sementara yang masih hidup cuma perempuan saja dan tidak mempunyai istri, mayat selanjutnya tidak dimandikan tetapi lumayan ditayamumkan oleh seorang berasal dari mereka dengan kenakan lapis tangan. Hal ini berdasarkan sabda Rasulullah saw. yang bermakna “Jika seorang meninggal ditempat laki-laki dan tidak ada perempuan lain atau laki-laki meninggal ditempat perempuan-perempuan dan tidak ada laki-laki selainnya, maka ke dua mayat itu ditayamumkan, lantas dikuburkan karena kedudukanya sama seperti tidak mendapat air.” (H.R Abu Daud dan Baihaqi)

Berikut beberapa cara memandikan jenazah orang muslim yakni sebagai berikut:
a. Menyiapkan semua peralatan untuk memandikan jenazah.
Peralatan yang dibutuhkan untuk memandikan jenazah pada lain sebagai berikut:

Tempat memandikan pada ruangan tertutup.
Air secukupnya.
Sabun, air kapur barus dan wangi-wangian.
Sarung tangan untuk memandikan.
Potongan atau gulungan kain kecil-kecil.
Kain basahan, handuk, dan lain-lain.

b. Ambil kain penutup dan gantikan kain basahan supaya aurat utamanya tidak kelihatan.
c. Mandikan jenazah pada area tertutup.
d. Pakailah sarung tangan dan bersihkan jenazah berasal dari segala kotoran.
e. Pakai sarung tangan yang masih baru, lantas bersihkan semua badannya dan tekan perutnya perlahan-lahan.
f. Tinggikan kepala jenazah supaya air tidak mengalir kearah kepala.
g. Masukkan jari tangan yang telah dibalut dengan kain basah ke mulut jenazah, gosok giginya dan bersihkan hidungnya, sesudah itu diwudhukan.
h. Siramkan air ke sebelah kanan dahulu, sesudah itu ke sebelah kiri tubuh jenazah.
i. Mandikan jenazah dengan air sabun dan air mandinnya yang paling akhir dicampur dengan wangi-wangian.
j. Perlakukan jenazah dengan lembut ketikan membalik dan menggosok bagian tubuhnya.
k. Memandikan jenazah satu kali jika mampu mencuci ke semua tubuhnya itulah yang wajib.
l.Disunahkan mengulanginya {beberapa|sebagian|lebih berasal dari satu} kali di dalam bilangan ganjil.
m. Jika terlihat berasal dari jenazah itu najis sesudah dimandikan dan mengenai badannya, harus dibuang dan dimandikan lagi. Jika terlihat najis sesudah diatas kafan tidak harus diulangi mandinya, lumayan cuma dengan membuang najis tersebut.
n. Bagi jenazah wanita, sanggul rambutnya harus di lepaskan dan dibiarkan menjulur ke belakang, sesudah disiram dan dibersihkan, lantas dikeringkan dengan handuk dan dikepang.
o. Keringkan tubuh jenazah seteah dimandikan dengan kain supaya tidak membasahi kain kafannya.
p. Selesai dimandikan, sebelum akan dikafani berilah wangi-wangian yang tidak mempunyai kandungan alkohol, umumnya manfaatkan air kapur barus.

Nah jika tahap-tahap pengurusan sudah selesai maka anda pasti membutuhkan keranda jenazah untuk mengantarkan mayit kepemakaman, maka anda bisa segera kunjungi http://pemandianjenazah.net/kain-penutup-keranda-jenazah

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *